Banjir Bandang Mematikan di Nepal, Apakah Krisis Iklim Berperan?
**Banjir bandang di perbatasan Nepal‑Tibet menewaskan 392 orang, sementara ilmuwan menuding peran krisis iklim dalam bencana tersebut.**
Gempa tanah yang melanda wilayah itu memicu aliran air deras dan longsor yang menghancurkan desa-desa, menelan ratusan nyawa dalam hitungan jam. Tim penyelamat masih berjuang mengevakuasi korban yang terperangkap, sementara infrastruktur jalan dan jembatan hancur total, memperparah kesulitan akses bantuan.
Peneliti iklim menyoroti peningkatan curah hujan ekstrem dan pencairan gletser sebagai faktor yang memperparah risiko banjir di kawasan pegunungan Himalaya. Data suhu rata‑rata yang naik selama dekade terakhir menunjukkan pola cuaca tidak stabil, memicu kejadian serupa secara lebih sering.
Pemerintah Nepal dan organisasi internasional telah mengerahkan bantuan darurat, namun para ahli menekankan perlunya strategi mitigasi jangka panjang, termasuk pengelolaan sumber daya air, penataan lahan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.